Pada abad pertengahan, seniman Eropa mempunyai banyak sekali pigmen
pada perjalanan mereka, tidak hanya disadap dari tumbuhan dan mineral
tetapi juga buatan tangan (VERMILION) sebagai contoh,
disatukan dari belerang dan air raksa.
Penerapan pigmen, pada seniman masih banyak berbagai kesulitan. Binder encer/cair seperti telor tempera adalah banyak tenaga untuk mencampur reaksi tersebut tidak dapat diramalkan dan mengering lebih cepat.
Pada zaman Renaissance, minyak merupakan pilihan utama,
digunakan untuk memberikan efek yang lebih indah sehingga mengubah suatu lukisan.

UltraMarine (deep blue) menjadi pilihan dan dicampur dengan warna putih
Vermilion tidak lagi menjadi warna pilihan yang utama dan ekstrak
dari tumbuhan dan binatang kembali menjadi favourite.
Dan diperkenalkan pigment baru yang berbeda dengan sebelumnya,
terkesan sangat padat dan seakan-akan seperti lumpur, pigment ini dibuat dari pabrik.
Dimana campurannya adalah polymer dan bahan organik lainnya sendiri,
phthalocyanines /pthalos yang berasal dari Acrylics.








0 comments:
Posting Komentar