Color Theory Task
Kumpulan Tugas-Tugas Color Theory
Color System
Sistem Warna, Roda Warna
Color in Photography
System - System Pewarnaan dalam Fotografi
Color Theory First Class With Pak Santo
Sejarah-sejarah warna didunia
Warna Dalam Kebudayaan
Warna dalam Kebudayaan Dunia, Terutama di Indonesia
Jumat, 13 Januari 2012
Color in Photography

SEJARAH Photography
1839 : Istilah fotografi pertama kali dipakai oleh Sir John FW Herschel
fotografi berasal dari bahasa Yunani, photo (cahaya) dan
graphein (to draw). Jadi Fotografi berarti mengambarkan cahaya.
WARNA DALAM FOTOGRAFI
Fotografi sebetulnya adalah mengenai merekam warna, Perbedaan pencahayaan akan menyebabkan efek
dramatis yang
berbeda-beda pada hasil foto
Fotografi dapat menangkap berbagai
jenis tone warna dari sumber cahaya yang berbeda-beda yang tidak tertangkap oleh mata manusia
Hasil foto terkadang nampak ‘salah’ bila pencahayaan tidak tepat misalnya hasil photo tampak terlalu merah, terlalu hijau atau terlalu biru, dll. Kita dapat megkoreksi perncahayaan in dengan tools, baik dalam proses

pemotretan, proses pencetakan ataupun mengeditnya di photoshop
Panjang gelombang cahaya matahari berbeda-beda
tergantung waktu, di pagi hari dan sore menjelang malam cahaya akan lebih redup dibandingkan dengan siang hari saat matahari sedang bersinar penuh dengan posisi vertical
Warna selalu memberikan kesan. Setiap individu memiliki kesan berbeda terdadap warna, sebab warna sangat merespon mata dan merangsang rasa
Pilihan warna dalam foto memberi pengaruh langsung terhadap persepsi penikmatnya
Warna juga menjadi symbol serta identifikasi terhadap
sesuatu. Warna sangat berkorespondensi dengan elemen bentuk maupun cahaya. Karena itu, warna menjadi salah satu elemen penting dalam fotografi. Foto-foto pictorial lebih cenderung menekankan warna agar terlihat eye catching.

Warna dalam fotografi dibagi tiga macam, yakni:
1. Warna fisik atau cahaya
2. Warna kimiawi
3. Warna psikis. Warna cahaya merupakan warna dari gelombang elektromagnetik yang dipancarkan sumber cahaya
4. Warna sebagai bagian dari spectrum cahaya terdiri dari bermacam panjang gelombang. Masing-masing panjang gelombang memberi warna yang berbeda. Hanya sebagian kecil spectrum cahaya di alam yang bisa ditangkap oleh medium mata. Spektrum cahaya yang tampak oleh mata berkisar 400nm-700nm
DIGITAL WHITE BALANCE
Mata manusia tidak terlalu dapat menangkap

perubahan-perubahan warna yang disebabkan perbedaan sumber cahaya, hal ini dikarenakan mata kita memiliki system adaptasi yang sangat hebat, mata manusia dapat secara otomatis dan alami melakukan digital white balance
Digital White balance adalah suatu proses penetralan terhadap cahaya yang diterima oleh penangkap cahaya, dalam hal ini, terjadi pada mata manusia maupun kamera foto dan kamera film/video. Dengan proses digital white balance, mata manusia tidak sempat menangkap perubahan warna yang dapat kita lihat pada foto dengan pencahayaan yang kurang tepat.
Beberapa digital kamera memiliki koreksi digital white balance otomatis, tapi ini bukanlah merupakan cara yang tepat untuk pekerjaan fotografi professional.

Proses DWB ini secara efektif langsung mensetting kamera, untuk mencari warna putih yang seharusnya, sehingga dapat metralkan warna lain. Anda tidak bleh lupa menyetting kamera pada posisi automatic untuk mendapat setting DWB secara otomatis.
CAHAYA DALAM FOTOGRAFI
Cahaya dalam fotografi adalah unsure yang paling pentng dan utama untuk menciptakan sebuah gambar, image atau foto. Fotografi sendiri berarti enggalambar dengan cahaya. Tanpa adanya cahaya kita bagau berada diruang yang gelap gulita tanpa dapat melihat apapun juga. Kita dapat melihat objek, memfokuskan lensa kamera dan menekan rana merekamgambar kedalam film semata-mata karena adanaya cahaya.
Cahaya memberikan informasi tentang struktur bentuk object yang akan difoto. Apa pun yang kita lihat

pada benda adalah akibat dari pantulan cahaya ke benda tersebut yang kita tangkap dengan mata. Pencahayaan yang diatur dengan baik akan mampun memperlihatkna hasil yang yang berbetuk dua dimensi menjadi seakan tiga dimensi.
Cahaya dapat menambahkan mood atau rasa dalam sebuah karya foto. sebagai contoh dalam semua film
CAHAYA DALAM FOTOGRAFI
1. Cahaya dapat menembus
Cahaya dapat menembus bahan-bahan yang tidak padat seperti kain, kertas, kalkir, kaca sehingga kualitas kerasnya cahaya dapat dibuat lunak atau soft
2. Cahaya dapat difokuskan
Cahaya dapat disalurkan merah mana kita kehendaki, dia dapat diumpulkan dan difokuskan agar kuantitasnya lebih besar lagi Sebagai contoh sinar matahari yang difokuskan oleh surya kanta atau kaca pembesar
3. Cahaya dapat dipantulkan
Cahaya itu dapat pula kita belokkan atau kita pantulkan denga bedn yang mempunyai daya

pantul yang tinggi seperti cermin, Styrofoam. Kertas perak dll yang lazim kita sebut dengan reflector untuk menunari bagian-bagian yang gelap.
4. Cahaya mempunyai warna
Semua sumber cahaya mempunyai warna atau
umumnya kita sebut dengan suhu warna
Walaupun tidak secara fisik memberikan efek

yang sama dengan suhu panasnya api atau dinginnya es, secara psikologi warna dapat juga
dikelompokkan seperti contoh warna yang hangat (merah &kuning) dan bdingin (biru&hijau). Cahaya dari sang surya pun mempunyai warna yang berbeda disepanjang hari dalam hitungan
/Color meter derajat Kelvin dan dapat diukur dengan Kelvin Meter
Pada siang dan sore hari akan memberikan warna tone color atau warna yang hangat keuningkuningan, maka dari itu pemotretan model di outdoor dianjurkan pada saat seperti itu.
SUMBER PENCAHAYAAN STUDIO

Sumber pencahayaan Studio ada 3 macam
1. Sinar matahari yang masuk melalui jendela
atau lazim disebut Lighting. Cahaya Matahari ini sebaiknya tidak langsung mengenai objek karena akan susah sekali mengontrol kontrasnya.
2.Lampu Tungsten atau Fotoflood
Lampu tipe ini biasanya kita sebut dengan
continous Lighting atau cahaya yang bersinar terus menerus. Keuntungannya akan lebih
itu terekam kedalam film. Kerugianya adalah miudah pengaturannyam apa yang
kita lihat
: silau, panas dan berkecepatan lambat
3. Flash
Berbagai macam jenis
flash banyak

ditawarkan pada saat ini dari yang paling sederhana seperti elektronik flash (canon
speedlight, SB Nikon, Metz, Nissin. Dll)
hingga yang canggih seperti Broncolor, Visatec, Bowens, Hensel, Proflash, Electra, Multiblitz, Elinchrom, dll.
KEKUATAN WARNA DALAM FOTOGRAFI
Warna dapat menonjol, menjadi penarik perhatian didalam suatu foto.
Psychology of Color




RED-HOT
Vitalitas
atraktif
Spirit
Happy, Fun
Aktif
Mempesona
Anggun & Sexy
Menggairahkan
Aktif & offensive
Energik & Dinamis
BLUE-COLD
Stabil
Optimis
Calm
Klasik
Bonafide
Dependable
Have credibility
ORANGE-WARM
Hangat
Riang
Friendly
Ramai
Creative
Erotic
Happy
GREEN-FRESH
Sejuk
Renewable
Refreshing
Calm
Peace
Comfort
YELLOW-BRIGHT
Ceria
Energik
Warm
Muda /Youthful
Sumber Kehidupan
Cheerful
Eyecatching
Lembut
WHITE-PURE
Murni
Steril
Bersih
Silau
Boring
Common /Biasa
Romantic
DARK BROWN
Maskulin
Membumi
Rich
Strong
Hard
Mantap
Protektif
Save
LIGHT BROWN
Natural
Neutral
Nyaman
Earthy
Easy
Konservatif
Common /Umum
BURGUNDY-PERFECTIONIST
Anggun
Aristokrat /Bangsawan
Bergengsi
Mahal
Perfect
Sempurna
DEEP PURPLE-MAGICAL
Misterius
Spiritual
Sensual
Artistik
Creative
Eksentrik
Megah
PINK-ENERGETIC
Eyecatching
Exciting
Charming
Cute
Romance
Interest
Lovable
Warna dalam Kebudayaan
INDONESIA
Ada panduan warna-warna tertentu yang diminan digunakan dalam kain tradisional sehingga mengisyaratkan rasa tradisional. Misalnya paduan putih /krem coklat hitam yang banyak ditemukan pada batik

Atau merah emas pada songket merah hitam hitam, coklat pada ulos, merah-hitam-kuning- baju Dayak.

Ada unsur-unsur tertentu yang mudah dikenal dari kain tradisional Indonesia. Pada batik motif tumpal (segitiga) sering ditemukan pada pinggiran kain.
Batik juga punya ciri 'crackle' yang terbentuk dari lapisan lilun yang terpecah, Inin bisa diterjemahkan mealui penggunaan benang sembur (variegated) dua warna (puth. krem dan satu warna lain)
ada motif-motif tertentu yang tidak susah diterapkan ke dalam rajuta, , Misalnya motif batik berupa titik -titik
batik keraton Jawa mengadopsi warna-warna alam seperti hitam, coklat dan kuning tua (sogan)
Motif-motif dari batik Jawa mempunyai makna simbolis dan bahkan ada beberapa desain yang terlarang, sebagai misal ada beberapa motif batik yang hanya boleh dipergunakan oleh kalangan tertentu dan bahkan ada beberapa motif yang tidak cocok untuk dipergunakan oleh perempuan atau kurang cocok dipergunakan pada acara-acara tertentu
- Surakarta, batik solo, Pada saat itu banyak seharah-seharah batik yang lahir dari Kerajaan Susuhunan dan Mangkunegaraan. Adapun tipe dari batik solo adalah warna sogan yang digunakan sebagai background atau latar. Dimana tempat yang terkenal dengan hasil batiknya adalah Laweran (saat ini terkenal dengan Kampoeng Batik Lawetan) dan Kauman.
- Yogyakarta, Pada saat itu banya sejarah-sejarah batik yang lahir dari Sultan Yogyakarta dan Kerajaan Pakualaman , tipe batik jogja biasanya menggunakan warna putih sebagai background-nya. tempat yang terkenal dengan hasil batiknya adalah Kampung Taman
KOREA
Seni sulam mulai dikenal di Korea sejak zaman dinasti Goryeo (918-1392) Teknik sulam yang berasal dari Persia ini melintasi India dan China sebelum tiba dan kemudian juga berkembang di Korea, Kebanyakan berasal dari dinasti Joseon (1392-1910) yg hanya dikenal dalam lingkungan kerajaan. Warna : Merah dan terdapat pola-pola tertentu.
Additional Info About Color

Brewster Color Theory
Warna Sekunder : dari 2 warna pokok
Primer : Merah - Kuning - Biru
Primer : Merah - Kuning - Biru
Sekunder : Hijau - Orange - Ungu
Warna Tertier : Warna Primer dan Sekunder
Herbert Ives : Menciptakan Lingkaran Warna
Warna Tertier : Warna Primer dan Sekunder
Herbert Ives : Menciptakan Lingkaran Warna
Merah dan Kuning : Semangat
Biru dan Hijau : damai dan Tentram
Warm : Yellow Cool Color : Green
Warmer : Orange Cool : Turquise (Tuskan)
Hot : Red Cold Color (dingin/freeze) : Light/Soft Blue
Warm Grey : Abu-abu dengan sedikit merah
Cold Grey : Abu-abu dan sedikit warna biru
Cool Grey : Abu-abu dan sedikit warna hijau
WARNA BERDASARKAN FUNGSI
Fungsi Praktis
Traffic Light, Bendera Putih tanda perdamaian
Fungsi Simbolis
Lambang P3K, Logo, Adat istiadat
Fungsi estetis
Ekspresif /Emosionional, Impresi /Visualisasi, Konstruksi /Simbol
ASPEK EMOSIONAL WARNA
Basic personality : Geografis, confident, impulsive, prudent, pessimistic, traditional
Future Color Purchase
Favorite Combinations
Trend : Pengaruh lingkungan, etnik, hiburan, media, dan pendidikan, budaya /Culture
Color Photography


Lubang Kecil didinding, dalam satu ruangan yang gelap, maka gambarnya dipencarkan terbaik (TEORI DASAR)
TRICHROMATIC THEORY
Abad 19< thomas Young, Jerman menemukan bahwa mata memiliki reseptor yang terbuat daru partikel, yang berubah-ubah sesuai dengan gelombang cahaya yang diterima.
Abad 19< thomas Young, Jerman menemukan bahwa mata memiliki reseptor yang terbuat daru partikel, yang berubah-ubah sesuai dengan gelombang cahaya yang diterima.
Kemungkinan reseptor ini terdiri dari partikel yang sangat banyak, tapi tidak mungkin reesptor ini hanya sensitif
Thomas YOung dibagi menjadi 3; Merah, Kuning dan Biru. (RGB)
Cahaya Addictive
1960 : Young dan Helmholz, menemukan keberadaan reseptor dan reseptor ini terdiri dari sel kerucut dan terdpat 3.
LIGHT COLOR : Warna Cahaya
OPAQUE COLOR : Warna cat (RYB, warna cat bukan dipancarkan seperti LIGHT color, melainkan wara tak transparan, warna yang dipantulkandari permukaan yang terdapat cat .
Pigment in other MEDIA

Dulu warna baju sangat jarang dilakukan dan sangat mahal. Hal ini menunjukkan status pada suatu kelompok sosial.
Warnanya menggunakan pigment dye yang butuh dilapis dengan lapisan kedua
Pigment Dye juga digunakan pada media-media lama.
Website penjelasan soal Pigments Dyes
http://www.shamimco.net/pigment%20dye.html
http://www.shamimco.net/pigment%20dye.html

Art & Alchemy
Pada abad pertengahan, seniman Eropa mempunyai banyak sekali pigmen
pada perjalanan mereka, tidak hanya disadap dari tumbuhan dan mineral
tetapi juga buatan tangan (VERMILION) sebagai contoh,
disatukan dari belerang dan air raksa.
Penerapan pigmen, pada seniman masih banyak berbagai kesulitan. Binder encer/cair seperti telor tempera adalah banyak tenaga untuk mencampur reaksi tersebut tidak dapat diramalkan dan mengering lebih cepat.
Pada zaman Renaissance, minyak merupakan pilihan utama,
digunakan untuk memberikan efek yang lebih indah sehingga mengubah suatu lukisan.

UltraMarine (deep blue) menjadi pilihan dan dicampur dengan warna putih
Vermilion tidak lagi menjadi warna pilihan yang utama dan ekstrak
dari tumbuhan dan binatang kembali menjadi favourite.
Dan diperkenalkan pigment baru yang berbeda dengan sebelumnya,
terkesan sangat padat dan seakan-akan seperti lumpur, pigment ini dibuat dari pabrik.
Dimana campurannya adalah polymer dan bahan organik lainnya sendiri,
phthalocyanines /pthalos yang berasal dari Acrylics.
Making Color & Color Trends
Kita dikelilingi oleh warna dalam kehidupan natural, baik warna dari tumbuhan atau dari binatang, akan tetapi membuat warna adalah masalah yang besar.
Berdasarkan sejarah, pigmen menyuplai warna pada seni, tetapi juga menyuplai pada permintaan model yang modern atau permintaan warna yang simbolis sehingga pigmen agak berkurang di pasaran.

Pigmen adalah bubuk kering dengan campuran seperti air, lilin atau minyak yang berfungsi memberikan efek pada suatu permukaan. Campuran bahan tersebut dapat mengeraskan /menguapkan, efek warna,
yang diharapkan tergantung bagaimana pigmen tersebut digunakan.
Hasil seni yang ditemukan pada gua, dimana merupakan peninggalan zaman Paleothic (20.000 B.C.) dibuat da
ri warna natural (alam), warna merah kuning Ochers, akan tetapi pembuatan warna tersebut mung
kin sangat sulit
.
.

Berdasakan jurnal NEW SCIENTIST, pigmen putih yang ditemukan di gua Lescaux, Perancis berasal dari tulang binatang yang dipanaskan hingga 400 derajat celcius.
Warna-warna simbolisme sangat berhubungan dengan seni Egyptian Kuno.
Bangsa Cina melukis pada sutra, pada zaman 770-256 B.C. warna lukisan didominasi merah dan hitam.
Warna merah tersebut diambil dari Cinnabar (mercury sulfide)

















